Tugas MPKMB-Cerita Inspirasi

Nama  : Fairuz Fajriah

NRP    : F24100114

Laskar : 22

Cerita Inspirasi 1

Cerita ini merupakan pengalaman saya ketika saya telah lulus ujian nasional. Layaknya semua siswa, sayapun memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi yang diinginkan, dan entah kenapa sejak saya duduk di bangku MTs saya ingin melanjutkan pendidikan saya di Institut Pertanian Bogor, terlebih lagi dengan orang tua yang ingin saya kuliah  di daerah Bogor dan perguruan tinggi negeri di Bogor saat ini hanyalah IPB. Hingga akhirnya saya pun mendaftar di program diploma IPB melalui jalur PMDK (USMI), dengan harapan bahwa saya akan lulus seleksi. Setelah menunggu cukup lama akhirnya tibalah saat pengumuman itu, dengan hati yang begitu cemas saya melihat pengumuman di papan pengumuman sekolah saya, namun ternyata hasil yang saya dapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, saya tidak lulus seleksi tersebut. Akhirnya dengan hati kecewa sayapun memberi kabar kepada kedua orang tua saya. Saat itu saya sangat takut jikalau kabar yang saya bawa akan membuat mereka marah dan kecewa, namun Alhamdulillah ternyata mereka malah memberi saya semangat untuk terus berusaha. Setelah itu sayapun mendaftarkan diri untk mengijuti Ujian Talenta Mandiri IPB, namun sungguh sayang ternyata hasil yang saya perolehpun sama seperti sebelumnya, saya gagal untuk yang kedua kalinya. Meskipun hati merasa kecewa namun saya tetap tidak putus asa, sayapun mendaftar lagi di IPB melalui jalur SNMPTN, harapan saya begtu tipis mengingat peluangnya hanya 15 %, namun saya tetap berusaha semaksimal mungkin, baik melalui ibadah dan do’a serta belajar di setiap waktu luang. Akhirnya setelah saya menjalani tes dan tiba saatnya pengumuman sayapun membuka website yang memuat hasil pengumuman SNMPTN. Dengan hati yang deg-degan sayapun mengetik nomor peserta sambil terus mengucapkan bismillah dan akhirnya tertera di layar komputer  bahwa saya lulus seleksi dan diterima di IPB (Alhamdulillah), sungguh bahagia rasanya melihat pengumuman ini, ingin rasanya cepat-cepat pulang kerumah untuk sujud syukur dan memberi kabar baik untuk keluarga.

Hal inilah yang memberi motivasi dan inspirasi untuk saya bahwasannya kita harus terus berusaha dan tidak boleh putus asa dalam mengerjakan sesuatu hal, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, adanya kegagalan bukanlah untuk menjadikan kita putus asa dan menyesali keterpurukan yang kita alami tapi kita harus bangkit dari keterpurukan itu dan bultikan bahwa kita bisa melakukannya. Ingatlah bahwasannya Allah, SWT tidak pernah mengabaikan hamba-Nya yang berusaha.

Cerita Inspirasi 2

Kisah ini berawal ketika saya bersekolah di MA.Darul Fallah, disana saya memiliki banyak teman dari berbagai daerah. Saya memiliki 12 orang teman dari daerah Nangroe Aceh Darussalam, salah satunya bernama Ali Misrat, ia adalah siswa dari Aceh yang dikirim dari Aceh untuk bersekolah di sekolah saya melalui program beasiswa dari suatu lembaga perusahaan pertambangan minyak. Ia merupakan orang yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, namun ia memiliki semangat yang begitu besar untuk menuntut ilmu, di dalam anggota keluarganya tidak ada satupun dari mereka yang menginjak bangku SMA, hanya ialah yang mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di SMA, akhirnya dengan kesempatan yang ia miliki serta semangat belajar yang tinggi, bersama 11 orang lainnya ia berangkat menuju kota Bogor. Hingga akhirnya kami bertemu dan ia sering berbagi cerita dengan saya, ia bercerita bahwa sejak kecil ia selalu diajarkan oleh ayahnya untuk berusaha sendiri jika menginginkan sesuatu hal. Bahkan ketika ia masih SD, ketika ia ingin membeli mainan atau ‘jajan’ layaknya anak-anak lain yang seumurnya iapun harus tetap berusaha sendiri, sampai-sampai ia menjadi kuli angkut di pasar sdan menjadi kuli bangunan ketika ia mulai SMP.

Selama ia bersekolah di Darul Fallah ia selalu berusaha menyisihkan uang sakunya untuk ia tabung. Akhirnya ketika lulus, dengan tabungannya itu ia berniat untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Namun garis kehidupan berkata lain, impian dan angan-angannya untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja terhenti begitu saja. Kebijakan lembaga beasiswanya yang mewajibkan ia dan teman-temannya untuk langsung kembali ke daerah asal mereka begitu selesai penglepasan (wisuda) membuatnya begitu tercekat dan kehilangan harapan harena tabungan yang ia miliki hanya cukup untuk membayar uang pendaftaran dan biaya hidupnya beberapa bulan pertama, namun jika ia harus kembali ke Aceh maka iapun butuh biaya lebih untuk transportasi. Akhirnya dengan hati yang sedih kamipun berpisah, ia kembali ke daerah asalnya bersama teman yang lain. Aku hamya bisa mengucapkan selanat jalan dan berdoa agar ia senantiasa diberi jalan untuk menggapai cita-citanya (amin).

Darisinilah saya terinspirasi untuk senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki karena banyak orang lain yang berada dibawah kita, ada orang yang memiliki kemampuan namun tidak memiliki kesempatan, ada juga yang memiliki kesempatan namun tidak memiliki kemampuan, dan alangkah indahnya jika kita memiliki keduanya, kemampuan dan kesempatan. Gunakanlah kesempatan yang kita miliki dengan sebaik-baiknya, dan jangan pernah merasa cukup untuk memperoleh ilmu pengetahuan, karena ilmu Allah tak akan pernah habis. Teruslah bersemangat dalam menuntut ilmu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tugas MPKMB

Nama  : Fairuz Fajriah

NRP    : F24100114

Laskar : 22

Cerita Inspirasi 1

Cerita ini merupakan pengalaman saya ketika saya telah lulus ujian nasional. Layaknya semua siswa, sayapun memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi yang diinginkan, dan entah kenapa sejak saya duduk di bangku MTs saya ingin melanjutkan pendidikan saya di Institut Pertanian Bogor, terlebih lagi dengan orang tua yang ingin saya kuliah  di daerah Bogor dan perguruan tinggi negeri di Bogor saat ini hanyalah IPB. Hingga akhirnya saya pun mendaftar di program diploma IPB melalui jalur PMDK (USMI), dengan harapan bahwa saya akan lulus seleksi. Setelah menunggu cukup lama akhirnya tibalah saat pengumuman itu, dengan hati yang begitu cemas saya melihat pengumuman di papan pengumuman sekolah saya, namun ternyata hasil yang saya dapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, saya tidak lulus seleksi tersebut. Akhirnya dengan hati kecewa sayapun memberi kabar kepada kedua orang tua saya. Saat itu saya sangat takut jikalau kabar yang saya bawa akan membuat mereka marah dan kecewa, namun Alhamdulillah ternyata mereka malah memberi saya semangat untuk terus berusaha. Setelah itu sayapun mendaftarkan diri untk mengijuti Ujian Talenta Mandiri IPB, namun sungguh sayang ternyata hasil yang saya perolehpun sama seperti sebelumnya, saya gagal untuk yang kedua kalinya. Meskipun hati merasa kecewa namun saya tetap tidak putus asa, sayapun mendaftar lagi di IPB melalui jalur SNMPTN, harapan saya begtu tipis mengingat peluangnya hanya 15 %, namun saya tetap berusaha semaksimal mungkin, baik melalui ibadah dan do’a serta belajar di setiap waktu luang. Akhirnya setelah saya menjalani tes dan tiba saatnya pengumuman sayapun membuka website yang memuat hasil pengumuman SNMPTN. Dengan hati yang deg-degan sayapun mengetik nomor peserta sambil terus mengucapkan bismillah dan akhirnya tertera di layar komputer  bahwa saya lulus seleksi dan diterima di IPB (Alhamdulillah), sungguh bahagia rasanya melihat pengumuman ini, ingin rasanya cepat-cepat pulang kerumah untuk sujud syukur dan memberi kabar baik untuk keluarga.

Hal inilah yang memberi motivasi dan inspirasi untuk saya bahwasannya kita harus terus berusaha dan tidak boleh putus asa dalam mengerjakan sesuatu hal, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, adanya kegagalan bukanlah untuk menjadikan kita putus asa dan menyesali keterpurukan yang kita alami tapi kita harus bangkit dari keterpurukan itu dan bultikan bahwa kita bisa melakukannya. Ingatlah bahwasannya Allah, SWT tidak pernah mengabaikan hamba-Nya yang berusaha.

Cerita Inspirasi 2

Kisah ini berawal ketika saya bersekolah di MA.Darul Fallah, disana saya memiliki banyak teman dari berbagai daerah. Saya memiliki 12 orang teman dari daerah Nangroe Aceh Darussalam, salah satunya bernama Ali Misrat, ia adalah siswa dari Aceh yang dikirim dari Aceh untuk bersekolah di sekolah saya melalui program beasiswa dari suatu lembaga perusahaan pertambangan minyak. Ia merupakan orang yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, namun ia memiliki semangat yang begitu besar untuk menuntut ilmu, di dalam anggota keluarganya tidak ada satupun dari mereka yang menginjak bangku SMA, hanya ialah yang mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di SMA, akhirnya dengan kesempatan yang ia miliki serta semangat belajar yang tinggi, bersama 11 orang lainnya ia berangkat menuju kota Bogor. Hingga akhirnya kami bertemu dan ia sering berbagi cerita dengan saya, ia bercerita bahwa sejak kecil ia selalu diajarkan oleh ayahnya untuk berusaha sendiri jika menginginkan sesuatu hal. Bahkan ketika ia masih SD, ketika ia ingin membeli mainan atau ‘jajan’ layaknya anak-anak lain yang seumurnya iapun harus tetap berusaha sendiri, sampai-sampai ia menjadi kuli angkut di pasar sdan menjadi kuli bangunan ketika ia mulai SMP.

Selama ia bersekolah di Darul Fallah ia selalu berusaha menyisihkan uang sakunya untuk ia tabung. Akhirnya ketika lulus, dengan tabungannya itu ia berniat untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Namun garis kehidupan berkata lain, impian dan angan-angannya untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja terhenti begitu saja. Kebijakan lembaga beasiswanya yang mewajibkan ia dan teman-temannya untuk langsung kembali ke daerah asal mereka begitu selesai penglepasan (wisuda) membuatnya begitu tercekat dan kehilangan harapan harena tabungan yang ia miliki hanya cukup untuk membayar uang pendaftaran dan biaya hidupnya beberapa bulan pertama, namun jika ia harus kembali ke Aceh maka iapun butuh biaya lebih untuk transportasi. Akhirnya dengan hati yang sedih kamipun berpisah, ia kembali ke daerah asalnya bersama teman yang lain. Aku hamya bisa mengucapkan selanat jalan dan berdoa agar ia senantiasa diberi jalan untuk menggapai cita-citanya (amin).

Darisinilah saya terinspirasi untuk senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki karena banyak orang lain yang berada dibawah kita, ada orang yang memiliki kemampuan namun tidak memiliki kesempatan, ada juga yang memiliki kesempatan namun tidak memiliki kemampuan, dan alangkah indahnya jika kita memiliki keduanya, kemampuan dan kesempatan. Gunakanlah kesempatan yang kita miliki dengan sebaik-baiknya, dan jangan pernah merasa cukup untuk memperoleh ilmu pengetahuan, karena ilmu Allah tak akan pernah habis. Teruslah bersemangat dalam menuntut ilmu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment